
Keanekaragaman hayati merupakan kekayaan alam yang terdiri atas berbagai jenis tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Di lingkungan sekolah dasar, pelestarian keanekaragaman hayati dapat diwujudkan melalui program penghijauan dengan menanam berbagai jenis pohon pelindung, tanaman hias, tanaman obat keluarga (TOGA), tanaman buah, serta tanaman berbunga yang mampu menarik kehadiran kupu-kupu, lebah, dan burung. Keberagaman jenis tanaman tersebut berfungsi sebagai penghasil oksigen, penyerap karbon dioksida, peneduh lingkungan, penyedia habitat bagi makhluk hidup, serta membantu menjaga kualitas tanah, air, dan udara.
Selain memberikan manfaat ekologis, keberadaan keanekaragaman hayati juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi peserta didik untuk mengenal berbagai jenis flora dan fauna, memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, serta menumbuhkan sikap peduli, tanggung jawab, dan cinta terhadap alam sejak usia dini. Dengan melibatkan seluruh warga sekolah dalam kegiatan penanaman, perawatan, dan pelestarian tanaman, tercipta lingkungan belajar yang hijau, sehat, asri, nyaman, dan edukatif.
Upaya ini merupakan bagian dari implementasi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) dalam mendukung Program Adiwiyata, sehingga sekolah mampu membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan serta menjadi contoh dalam pelestarian keanekaragaman hayati.